Posted by: sibob | February 25, 2010

warung pakde

Lama sekali ndak menyambangi blog ini….maklumlah penulis amatiran yang masih angin anginan hehe …ditambah lagi perjalanan hidup yang tiba2 berubah drastis (menuju kebaikan tentunya..) sejak februari 2009 tahun lalu …saya larut dalam keterkejutan2 yang terus mampir sepanjang 2009 kemarin… hingga kini masih terasa..
Keinginan saya untuk menyempurnakan agama dijawab dengan sangat cepat sekali sama 4JJI ..Subhanallah..
Kini tak terasa 4 bulan sudah sejak hari yg sakral itu kami lalui dengan penuh rasa syukur yang tak terkira kepada Sang Khalik….saya kadang2 masih terheran heran dengan apa yg saya alami ….sekarang saya ndak bujang lagi ,semuanya berubah… hampir semua kebiasaan dalam keseharian saya pun berubah…dari hal2 besar hingga hal remeh temeh termasuk dalam hal mengisi perut….:-)

Tiba tiba kangen berat dengan warung makan langganan saya …Warung Pakde namanya…… hampir 8 tahun lamanya dulu setiap pulang kantor saya selalu makan disini, namun sejak menikah saya jarang mampir karena arah jalan pulang yg bertolak belakang ..
Warung pakde letaknya di pinggiran blok M, sebrang Pasaraya, dekat PTIK sekolah calon perwira Polri . Berdiri hanya di pojokan trotoar , cuma gerobaknya saja yang permanen sedang area makannya cukup dengan memajang bangku bangku panjang lengkap dengan mejanya di sepanjang trotoar plus naungan tenda jika hujan datang mengguyur…

lokasi warung pakde

ini yang namanya PakDe....cool🙂

Warung Pakde buka setiap hari kecuali hari minggu,  mulai jam 5 sore hingga dini hari, jam bukanya yg hingga larut malam  bahkan menjelang subuh inilah yang membuatnya agak berbeda dengan warung makan lain . Manusia-manusia ‘kalong’ seperti supir taxi, satpam, anak band ,calon maling, dan (mungkin juga batman🙂 hingga manusia macam saya  (duluuu…:-) yg pulang kantornya balapan sama jam dinding ini tentunya suuuanggat hepi skale kalo ditengah malam buta yg sunyi senyap kala perut melilit singit meniup peluit tanda harus diisi , masih ada tempat yang bisa diandalkan dan diidamkan…bukan 14045 bukan 112 (polisi hihi)….bukan pula 117 pun bukan 007 …tak lain dan tak bukan…dialah si warung pakde ku hwekekekekk

Hampir setiap malam selalu saya kunjungi,..sejak tahun 2000, dari sejak saya pulang pergi ngantor dengan gelantungan di PPD ,hingga saat ini…saya masih setia mampir.. maklumlah karena dulu saya sudah ndak diitung lagi dalam daftar yang harus diberi makan di rumah ..huahaha…Sampai sekarangpun saya usahakan di akhir minggu untuk mampir, istriku sempat 3x makan disana lho..hehe

Menu makanannya biasa saja….masakan rumahan, ada sayur2an spt lodeh,oseng kacang,tumis daun pepaya campur teri,dll ada varian masakan ayam, ada ayam goreng ,ayam asem manis,ayam bumbu bali, ada ikan2an….. tuna & tenggiri belado,bandeng presmol,bandeng goreng….wuaaahhh pokok e banyak deh. Tapi menu terfavorit saya cuma dadar ,tuna/tenggiri dan tahu isi/oreg tempe….cukup itu saja ..diulang ulang dalam kombinasi yg monoton sepanjang tahun hahahahaaa….

menu makanan..hmmmm...yummyy

cumi pedes,rendang,kentang blado,leuncak kerang...mmmmmm

Pakde sendiri berasal dari Blitar , sudah sejak tahun 80an berdagang disini, saya taksir umurnya sekitar 60 thn an ,abisbeliau ndak pernah ngaku lahirnya taon berapa.. di warung ini ,turut berjualan pula anak2 beliau ,yg tertua Mas Budi Gendut ..dia bener2 gendut, perutnya besar dan gembung bak ibunya samson waktu hamil, semua pengunjung warung akrab sekali sama beliau ini karena orangnya yang hangat dan selalu menyapa siapapun yg datang,Mas Budi adalah “ the man who always say hello to the costumer “ lalu ada adiknya mbak Yayuk yg juga gemuk, hobinya kalo di warung nonton sinetron Alisa pake HP Tipi buatan cina , dan sewotnya minta ampun kalo dia lagi enak enak nonton kita gangguin ,minta nambah lauk misalnya … waahh jangan coba coba dah…aye pernah dicubit sekenceng kencengnya……mbooookkk sakitnye ga ketulungan kaya dientup tawon perawan …huahahaha. Diantara Mas Budi dan Mbak Yayuk masih ada Mas Heru, kalo yg ini bawaannya ‘Jaim’ persis kaya caleg yang kalah pemilu hwekekekek…..nah yang terakhir si Dewo….Dewo ini “job desk”nya yang buatin minum para tetamu warung pakde, usianya masih muda tapi pernah dilamar janda beranak tiga , kocak n lugu ….demenannya nyawer penari ledek yg biasa ditanggap kalo 17 an…

mas budi gendut

mbak yayuk

mb yayuk & mas heru

dewo..sang penyawer..;-)

Melihat Pakdhe sekeluarga berjualan secara sederhana di kawasan kebayoran baru ini yang secara nilai jual ekonomi termasuk kawasan elite jakarta , seperti melihat kacang yang tak lupa kulitnya…hanya “ditutupi” satu blok bangunan dibelakang warung ini berdiri megah bangunan pusat perbelanjaan Pasaraya dan kawasan belanja Melawai Raya…warung Pakde hampir 30 tahun bersembunyi dibalik gemerlap silau gejala konsumerisme kota…

Kawasan Kebayoran Baru ini adalah Kota Satelit pertama yg didesain setelah Indonesia Merdeka ,area seluas 730 ha ini didisain oleh Ir.M.Soesilo dan mulai dibangun pada tahun 1949, semula memang diperuntukkan bagi pemukiman
Dengan sistem pembagian kota secara grid dan aksis yang tegas, kawasan kebayoran baru memang sangat nyaman untuk didiami, kantong2 ruang publik seperti ditempati warung pakde ini , sangat banyak dijumpai disini…
Makan malam di Pakde kadangkala bukan hanya memenuhi kebutuhan perut semata , ngobrol dan berbagi cerita diwarung ini begitu menyenangkan dan melegakan pikiran dan hati….orang orang rindu dengan aura keakraban yang mungkin hanya bisa dijumpai di kampung2 …para supir2 taxi membaur bersama para karyawan pasaraya,adhi karya,anak band dan siapa saja yg lewat di tengah malam yg sepi untuk sekedar ngisi perut sambil bercengkrama dan bertukar cerita…

Suatu ketika saya sempat dateng pas pakde baru mau buka…selalu ada keceriaan menyambut datangnya pelanggan..

dewo baru dateng bawa semua masakan ke warung

mas budi sibuk menata makanan ,pakde nongol dikit dibelakang hehe

bginilah kalo lg rame

biar remang remang tapi perut kenyang hehe

Duh..kangen banget ke pakde…….ada yg laper?? …ayoo tak traktir..:-)


Responses

  1. akhirnya update juga….:))
    seneng banget baca cerita di paragraf pertamanya…

  2. hehe…thanks ya An, mungkin next step perlu byk belajar dari yg sdh lebih dahulu menjalaninya..:)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: