Posted by: sibob | March 28, 2009

nafas metal di pasar tradisional..

1_resize

tampak dr jalan palmerah

tampak depan dr deket,kotak yg putih itu isinya lampu, liat foto kalo malem

tampak depan dr deket,kotak yg putih itu isinya lampu, liat foto kalo malem

tampak kalau malem

tampak kalau malem

Ini namanya Pasar Tradisional LBUK, mbuh singkatannya apa letaknya di deket Pasar Palmerah, sederetan sama kantornya Kompas & Jakarta Post… di Jakarta Barat

Sehabis nggowes ke senayan minggu lalu , saya iseng mampir ,njogrokin speda trus keliling deh motret pake hp,so soryy bgt kalu kualitas gambarnya ndak bagus..

Untuk sebuah pasar tradisional ,bentuk bangunannya menurut saya unik,memanfaatkan teknologi terkini untuk mencapai sesuatu yg `vernaculari` kontemporer dan sangat mempertimbangkan sistim penghawaan dan pencahayaan alami dengan sangat baik.

Tiang2 kolom dan balok menggunakan baja WF dalam modular yg efisien,lantai atas disangga metal bondek yg sekaligus sbg plafond ,sedang dinding2 lantai atas mengkombinasikan metal spand dan louvre/kisi2 zincalume seperti yg digunakan pada halte2 busway. Untuk transportasi atas dan bawah tersedia tangga baja, dan ramp yang sangat berguna membawa material berat yg diangkut dengan troley. Sistem elektrikal juga diatur dengan sangat rapi dan efisien lewat kabel tray yg disusun mengikuti grid pembagian kavling lapak pedagang.

bangunan disangga kolom2 WF dengan bukaan dinding berupa louvre zincalume untuk memaksimalkan penghawaan alami

bangunan disangga kolom2 WF dengan bukaan dinding berupa louvre zincalume untuk memaksimalkan penghawaan alami

lantai bawah diperuntukkan bagi pedagang buah

lantai bawah diperuntukkan bagi pedagang buah

terdapat ramp untuk mengangkut barang via troley ke lt atas

terdapat ramp untuk mengangkut barang via troley ke lt atas

Lantai bawah yg menyerupai kolong diperuntukkan bagi pedagang buah dan lantai atasnya untuk pedagang retail. Bangunan ini mengingatkan saya pada Lumbung Suku Sasak di Lombok…mungkin saya salah tapi interprestasi saya mengarah kesana.

Coba lihat bentuk ruang atasnya yg secara bangun dan sosok bangunan ( mohon mas wahyu & mas brintik dikoreksi saya lupa kategorisasi bangun, sosok dan wujud ) mengambil bentukan yang sama2 berasal dari bentuk dasar silinder yang didistorsi sedemikan rupa sehingga membentuk ruang atas yg menjulang mencipta volume yang yg lebih luas dari bentuk aslinya. Bedanya jika pada Lumbung Sasak kedua ujung lengkung bertemu diatas seperti pada lengkung2 bangunan klasik , sedang dipasar ini kedua ujung sengaja tidak bertemu guna mencipta sebuah celah untuk cahaya dan sirkulasi udara . Jika pada Lumbung Sasak ruang dalamnya “bisa bernafas” lewat celah2 atap ijuk ,maka di pasar ini “nafas” bangunan tersalur lewat louvre/kisi2 metal yang mengelilingi sepanjang dinding .Saat saya mencoba naik keatas…wwoowww, breezing semilir hembusan angin sejuk menerpa dari setiap sisi banguan…alangkah sejuknya lantai atas ini dan saat mendongak keatas…… dari celah pertemuan dua lengkung atap yg disokong kuda2 lengkung truss frame, cahaya alami menyeruak masuk menerangi seluruh ruangan ….so perfect….

ruang atas yg dibentuk oleh struktur atap lengkung expose dengan celah bukaan cahaya ditengah

ruang atas yg dibentuk oleh struktur atap lengkung expose dengan celah bukaan cahaya ditengah

dinding tidak dibuat full,supaya bagian atasnya dapat memasukkan cahaya sedang bagian bawah yg menggunakan louvre untuk mengoptimalkan penghawaan silang

dinding tidak dibuat full,supaya bagian atasnya dapat memasukkan cahaya sedang bagian bawah yg menggunakan louvre untuk mengoptimalkan penghawaan silang

cahaya juga dapat masuk dari celah pertemuan dinding dan atap

cahaya juga dapat masuk dari celah pertemuan dinding dan atap

lumbung suku sasak

lumbung suku sasak

coba bandingkan dengan lumbung sasak ..`inspired by` bukan ?:-)

coba bandingkan dengan lumbung sasak ..`inspired by` bukan ?:-)

Di pasar ini saya melihat betapa kearifan arsitektur tradisional , sanggup mengiinspirasi jauh melampai batas batas jamannya …..mengilhami dan “mengajari” manusia masa kini dalam merespon alam….salut!

Btw ada yg tau siapa yg merancangnya ?



Responses

  1. inspirasi Metallica atau Dream Theater

  2. mungkin “bizarre” ko..hihi


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: