Posted by: sibob | December 30, 2008

dari lamin sampai koolhas

Ditulis pada milis Arsitektur ITS ,15 November 2004, menjelang Idul Fitri

Terima kasih kepada rekan Wahyu Setiawan di kampus yg secara diam diam ( padahal saya baru mau tilpun dia & titip duit buat beliin ) mengirimi saya salah satu bukunya P Josef “ Dari Lamin dan Bilik Pengakuan Dosa “

Saya baru baca 2 bagian dari bab 1 …………yg isinya rasanya berkolerasi dengan topik2 yg akhir2 ini kita bahas dimilis dari soal arsitek yg keluar jalur,ke mandeg an arsitektur kita,hingga peran arsitek yg mirip fashion designer……sebagai orang yg sudah berhadapan dgn mahasiswa selama ± 27 tahun rasanya “pengakuan dosa” p Josef begitu lugas sekaligus menyayat hati buat para arsitek ketikamelihat kenyataan yang selama ini terjadi di sekolah arsitektur kita.

Seorang rekan alumni S2 Unpar ,ketika dalam masa study S2nya belum lama melakukan studi banding bersama rekan2nya seangkatan ke berbagai Universitas di Singapore & Malaysia…..betapa terkejutnya rombonganitu ketika mengunjungi (kalo tidak salah) Universitas Kebangsaan Malaysia ato Institut Teknologi Malaya ( dia sendiri agak lupa, tapi yg jelas katanya BUKAN yg nomor 1 di Malaysia), disana mereka menjumpai dimana lab arsitektur vernakularnya memiliki dokumentasi yg sangat lengkap mulai dari kajiansejarah ,antropologi,hingga arsitektur seluruh rumah adat di Indonesia komplit dengan maketnya yang sangat detail!!

“ Gue “ngeri” banget bob ngeliat labnya yg canggih itu, Unpar aja kaga selengkap itu” ……begitu katanya ketika pertama kali menceritakan kepada saya….kalimat “ngeri” ini kalo disertai dengan mendengar bunyi “ngeri” ketika dia mengucapkannya secara langsung ,dalam bahasa gaul jakarta artinya kira2 “minder” gitulah…….
Belum selesai kekagumannya dia meneruskan ceritanya …”yg lebih “ngeri” lagi bob , pas mereka presentasi risetmereka ,waktu itu Unpar bawa kajian konservasi di kota bandung gitulah……..eh pas giliran dia , mereka sedang berusaha “mengawinkan” arsitektur melayu dengan candi !!! kayaknya impian P Josef utk mengawinkan arsitektur minang & bali sudah dilakukan disana

Gila…… idenya orisinal abis !! mana penyajiannya liwat gambar2 3D yg canggih….gue makin ngeri bob…..(dalam hati saya pun ikutan jadi “ngeri” juga!! hehe) Betul kata P Josef bahwa Malaysia sudah mulai bisa menuai hasil dari apa yg mereka tanamkan 20 tahun silam ….sementara kita masih “jalan ditempat” hik…hik…

Kalo Malaysia sudah sedemikan maju lantas kenapa Kuala Lumpur International Airport yang megah itu dan Kuala Lumpur Sentral Station yang sangat anggun dalam balutan metal namun bernafas melayu itu harus didesain
oleh Kisho Kurokawa yg masyhur dengan “Simbiosis”nya itu ?

Kenapa juga Menara Kembar tertinggi di dunia Petronas Tower harus didisain oleh Cesar Pelli ? bukan oleh taruhlah arsitek kondang Negeri Jiran itu spt si Ken Yang? Ato Akitek Tengara ? Inilah “pintar” nya Malaysia dalam era persaingan global saat ini , saya melihatnya ini investasi berikutnya yang hasilnya nanti mungkin akan dinikmati sekitar tahun 2020 an seperti cita2 Mahatir utk menjadikan Malaysia sbg negara maju di tahun itu. Jika kemaren kita bicara soal Arsitektur itu fashion ,maka ibaratnya seorang konsumen, Malaysia sedang mengangkat “image”nya khususnya Kuala Lumpur dengan melibatkan arsitek kelas dunia sebagai “fashion designernya” untuk turut terlibat pada proyek strategis ( bisanya proyek yg langsung berkaitan dgn Infrastrutur kota ) yang berimplikasi pada naiknya tingkat kompetitif Kuala Lumpur diantara kota2 besar lainnya.

Hal diatas juga menunjukkan “kepintaran” arsitek top dunia untuk “mendompleng” era kapitalis lanjut ini dimana pengglobalan konsumerisme sedang didengung dengungkan ke seantero jagat, dengan berlaku sebagai “fashion designer” yang dinilai oleh segolongan kelompok (cilakanya kelompok inilah yg saat ini menguasai dunia ) sanggup menaikkan derajat pemakainya, maka dengan sendirinya derajat arsitek dan arsitektur punya bergaining power di era globalisasi ini.
Coba pikir kenapa klien nya Bensley rela merogoh duit minimal 2M hanya untuk membayar design area lansekap rumah yg luasnya tidak lebih dari 2 ha di Karawaci , lantas mengundang Mochtar Riyadi pada open house dan
dengan bangga menceritakan bahwa rumahnya didisain oleh seorang Bensley (dan Ongki tentunya ….hik…) lalu kenapa Konsorsiumnya SinarMas rela pula membayar Airmas Asri 1M hanya untuk membuat konseptual saja,
sekali lagi hanya gambar koseptual yg mungkin cukup dikerjakan 1 orang arsitek untuk corat2 hanya dalam 1 hari!! Coba kenapa???? ….IMAGE !! itulah yang “dibeli” dari orang2 itu……dengan kata lain kalo baju saya Gianni Versace maka lansekap rumah saya harus Bill Bensley dong!! Masa birulangit hahahaha….

Dari kacamata inilah saya setuju untuk menyatakan bahwa arsitek itu tidak ubahnya seperti fashion designer, malahan untuk kondisi saat ini HARUS!!! Kalo tidak ya jangan heran kalo lulusan arsitek banyak yg jadi makelar tanah ! karena memang hanya sanggup jadi penonton dan “melongo” saja tanpa mampu berbuat apa2…..

Gejala para Arsitek dunia “menunggangi” era globalisasi ini utk pertama kalinya secara terang terangan diangkat oleh kubu Rem Koolhas ( OMA, MVRDV,dll – hal ini ditulis oleh Mas Apep dalam milis forum AMI baru2 ini ) kubu ini menyadari bahwa peran arsitektur terlalu kecil untuk melakukan “RESISTENSI/PERLAWANAN” ( kalo terus dilawan bisa2 sekolah arsitektur pada tutup ) terhadap arus mainstream yg diusung para kaum kapitalisme lanjut, sehingga arsitektur ditempatkan pada posisi yang lebih terbuka….lebih mangglobal ,…lebih mengakrabi publiknya spt yg ditulis P Josef……..tapi tentu saja tidak serta merta seperti industri fashion yang masal&sarat akan budaya konsumerisme , namun tetap bersikap sebagai Arsitek pencipta lingkungan binaan yang meng-create ruang agar manusia bisa hidup lebihberadab bukan ??

Tengoklah Cina yang saat ini sedang “naik daun” bagi kaum investor, paling tidak ada beberapa Mega Proyek yg melibatkan arsitek kelas top kelas dunia, di Shanghai sebentar lagi akan memiliki gedung pencakar langit tertinggi didunia rancangan Kohn-Pedersen-Fox (KPF), Stasiun televisi Cina (CCTV) oleh Rem Koolhas dan Stadion Olimpiade 2008 oleh Herzog & de Meuron.
Gengsi diatas selintas menunjukkan kecenderungan menjadikan arsitektur sebagai alat politik mercusuar untuk menarik perhatian dunia,namun sebenarnya “misi” yg terkandung didalamnya adalah strategi mengemas sebuah kota dengan aset2 arsitekturnya yang “pantas untuk dijual” secara global. ( baca : Arsono –Franchising Art Center “ Menyusun Masterplan Pusat Kesenian Jakarta – TIM ,Kompas 25 Juli 2004 )

Akhir kata saya setuju dgn P Josef bahwa sekolah arsitektur itu hakikatnya menelorkan seorang “peramal” dan nyata2 bahwa “ramalan” itu kini laku dijual dimana2……banyak developer di surabaya saat ini mulai percaya pentingnya sebuah konsep “ramalan” dari arsitek jika ingin survive dalam persaingan yg begitu kompetitif, yang pada akhirnya mulai memakai jasa arsitek (baca : biro arsitektur).

Hal ini jauh berbeda dgn kondisi 10 tahunan silam, dimana yang penting murah pasti laku….sekarang rasanya siapa yang mempunyai “daya jual” itulah yg laku……dengan kata lain siapa yg bisa lebih “menyentuh & mendekati hati “
konsumenlah yang pasti akan laku dijual…
Sekarang tinggal bagaimana menata “moral”nya para arsitek untuk tidak memberikan ide2 yang kelewat
berangan angan dan tidak membumi disini…

Kalo sudah begini berarti derajat arsitek&arsitektur moga-moga bisa lebih terangkat…….jika seorang Giorgio Armani sudah bisa berkolaborasi dengan Mercedes Benz dgn diciptakannya 8 biji mobil kelas atas itu dengan harga yg selangit…….dan si Philip Starck membuat beberapa disain Vespa untuk Piaggio……mungkin suatu saat Luvie Triadi ato Putu Mahendra ato George ( si grok anak 89 ) ato Agus HST sekalipun yg selain piawai dlm berarsitektur bisa pula “merambah” (karena kepopulerannya sbg arsitek) menjadi disain produk semacam PDA Phone,Laptop atao apalah yg menjadi simbol modernisasi& life style masa kini……semoga….

Met Lebaran …. Maaf Lahir Batin


Responses

  1. ane bahkan sudah lupa kalo pernah kirim buku ke nte….hehehehehehe

  2. aah..ente suka gitu…kiriman nte tuh buannyaaakk…duit aja yg belum prnh dikirim hwekekekk


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: