Posted by: sibob | October 13, 2011

Hanif..

OM DAN TANTE…

Perkenalken…Namaku Muhammad Hanif Hanania Ramadhan

Lahir tepat 1 Ramadhan 1431 H , tahun 2010 yg  lalu…

Posted by: sibob | May 28, 2010

palestina

Wawancara TV One pagi ini dengan para wartawan dan sukarelawan yg baru pulang dari Palestina membuat hati saya terhenyuh …salah seorang diantara mereka bercerita

“…begitu mereka tau kami dari Indonesia , kita langsung dipeluk dengan sangat dalam ,mereka sama sekali tidak meminta apapun ,mereka tidak mengemis walau dalam kondisi yg serba memprihatinkan,mereka adalah pribadi pribadi yang sangat beradab,sangat tabah ,sangat ikhlas  dan sangat menjunjung tinggi harga diri ,bahkan  kami dijamu dan kami semua disapa begitu hangatnya … karena bagi mereka siapapun yg datang berkunjung boleh jadi itu adalah tamu mereka yg terakhir…boleh jadi hari itu adalah hari terakhir mereka hidup , mereka semua sadar betul bahwa disini setiap saat mereka bisa mati oleh sebab itu setiap tamu yg datang disambut begitu istimewanya karena barangkali inilah hari terakhir mereka  hidup….Saya mendapat sebuah pelajaran berharga dari misi kemanusiaan ini , yaitu bahwa ternyata orang yg paling biadab dimuka bumi ini memang hanya sanggup dilawan oleh pribadi pribadi dengan tingkat keimanan dan derajat keikhlasan yg sangat tinggi pula…”… Subhanallah…

sampai disini Indi Rahmawati yg mewawancarai tertegun dan terbata bata ketika menyudahi wawancara ini..

Ya 4JJI Yang Maha Pemurah…..berikan kekuatan bagi para saudaraku di Palestina…semoga diakhirat kelak balasanMu akan setimpal kepada orang orang yg biadab di muka bumi, dan SurgaMu menanti bagi para Syuhada Syuhada yang gugur..” Amiin Ya Robbal Allamiinn

Posted by: sibob | February 25, 2010

warung pakde

Lama sekali ndak menyambangi blog ini….maklumlah penulis amatiran yang masih angin anginan hehe …ditambah lagi perjalanan hidup yang tiba2 berubah drastis (menuju kebaikan tentunya..) sejak februari 2009 tahun lalu …saya larut dalam keterkejutan2 yang terus mampir sepanjang 2009 kemarin… hingga kini masih terasa..
Keinginan saya untuk menyempurnakan agama dijawab dengan sangat cepat sekali sama 4JJI ..Subhanallah..
Kini tak terasa 4 bulan sudah sejak hari yg sakral itu kami lalui dengan penuh rasa syukur yang tak terkira kepada Sang Khalik….saya kadang2 masih terheran heran dengan apa yg saya alami ….sekarang saya ndak bujang lagi ,semuanya berubah… hampir semua kebiasaan dalam keseharian saya pun berubah…dari hal2 besar hingga hal remeh temeh termasuk dalam hal mengisi perut….:-)

Tiba tiba kangen berat dengan warung makan langganan saya …Warung Pakde namanya…… hampir 8 tahun lamanya dulu setiap pulang kantor saya selalu makan disini, namun sejak menikah saya jarang mampir karena arah jalan pulang yg bertolak belakang ..
Warung pakde letaknya di pinggiran blok M, sebrang Pasaraya, dekat PTIK sekolah calon perwira Polri . Berdiri hanya di pojokan trotoar , cuma gerobaknya saja yang permanen sedang area makannya cukup dengan memajang bangku bangku panjang lengkap dengan mejanya di sepanjang trotoar plus naungan tenda jika hujan datang mengguyur…

lokasi warung pakde

ini yang namanya PakDe....cool :-)

Warung Pakde buka setiap hari kecuali hari minggu,  mulai jam 5 sore hingga dini hari, jam bukanya yg hingga larut malam  bahkan menjelang subuh inilah yang membuatnya agak berbeda dengan warung makan lain . Manusia-manusia ‘kalong’ seperti supir taxi, satpam, anak band ,calon maling, dan (mungkin juga batman :) hingga manusia macam saya  (duluuu…:-) yg pulang kantornya balapan sama jam dinding ini tentunya suuuanggat hepi skale kalo ditengah malam buta yg sunyi senyap kala perut melilit singit meniup peluit tanda harus diisi , masih ada tempat yang bisa diandalkan dan diidamkan…bukan 14045 bukan 112 (polisi hihi)….bukan pula 117 pun bukan 007 …tak lain dan tak bukan…dialah si warung pakde ku hwekekekekk

Hampir setiap malam selalu saya kunjungi,..sejak tahun 2000, dari sejak saya pulang pergi ngantor dengan gelantungan di PPD ,hingga saat ini…saya masih setia mampir.. maklumlah karena dulu saya sudah ndak diitung lagi dalam daftar yang harus diberi makan di rumah ..huahaha…Sampai sekarangpun saya usahakan di akhir minggu untuk mampir, istriku sempat 3x makan disana lho..hehe

Menu makanannya biasa saja….masakan rumahan, ada sayur2an spt lodeh,oseng kacang,tumis daun pepaya campur teri,dll ada varian masakan ayam, ada ayam goreng ,ayam asem manis,ayam bumbu bali, ada ikan2an….. tuna & tenggiri belado,bandeng presmol,bandeng goreng….wuaaahhh pokok e banyak deh. Tapi menu terfavorit saya cuma dadar ,tuna/tenggiri dan tahu isi/oreg tempe….cukup itu saja ..diulang ulang dalam kombinasi yg monoton sepanjang tahun hahahahaaa….

menu makanan..hmmmm...yummyy

cumi pedes,rendang,kentang blado,leuncak kerang...mmmmmm

Pakde sendiri berasal dari Blitar , sudah sejak tahun 80an berdagang disini, saya taksir umurnya sekitar 60 thn an ,abisbeliau ndak pernah ngaku lahirnya taon berapa.. di warung ini ,turut berjualan pula anak2 beliau ,yg tertua Mas Budi Gendut ..dia bener2 gendut, perutnya besar dan gembung bak ibunya samson waktu hamil, semua pengunjung warung akrab sekali sama beliau ini karena orangnya yang hangat dan selalu menyapa siapapun yg datang,Mas Budi adalah “ the man who always say hello to the costumer “ lalu ada adiknya mbak Yayuk yg juga gemuk, hobinya kalo di warung nonton sinetron Alisa pake HP Tipi buatan cina , dan sewotnya minta ampun kalo dia lagi enak enak nonton kita gangguin ,minta nambah lauk misalnya … waahh jangan coba coba dah…aye pernah dicubit sekenceng kencengnya……mbooookkk sakitnye ga ketulungan kaya dientup tawon perawan …huahahaha. Diantara Mas Budi dan Mbak Yayuk masih ada Mas Heru, kalo yg ini bawaannya ‘Jaim’ persis kaya caleg yang kalah pemilu hwekekekek…..nah yang terakhir si Dewo….Dewo ini “job desk”nya yang buatin minum para tetamu warung pakde, usianya masih muda tapi pernah dilamar janda beranak tiga , kocak n lugu ….demenannya nyawer penari ledek yg biasa ditanggap kalo 17 an…

mas budi gendut

mbak yayuk

mb yayuk & mas heru

dewo..sang penyawer..;-)

Melihat Pakdhe sekeluarga berjualan secara sederhana di kawasan kebayoran baru ini yang secara nilai jual ekonomi termasuk kawasan elite jakarta , seperti melihat kacang yang tak lupa kulitnya…hanya “ditutupi” satu blok bangunan dibelakang warung ini berdiri megah bangunan pusat perbelanjaan Pasaraya dan kawasan belanja Melawai Raya…warung Pakde hampir 30 tahun bersembunyi dibalik gemerlap silau gejala konsumerisme kota…

Kawasan Kebayoran Baru ini adalah Kota Satelit pertama yg didesain setelah Indonesia Merdeka ,area seluas 730 ha ini didisain oleh Ir.M.Soesilo dan mulai dibangun pada tahun 1949, semula memang diperuntukkan bagi pemukiman
Dengan sistem pembagian kota secara grid dan aksis yang tegas, kawasan kebayoran baru memang sangat nyaman untuk didiami, kantong2 ruang publik seperti ditempati warung pakde ini , sangat banyak dijumpai disini…
Makan malam di Pakde kadangkala bukan hanya memenuhi kebutuhan perut semata , ngobrol dan berbagi cerita diwarung ini begitu menyenangkan dan melegakan pikiran dan hati….orang orang rindu dengan aura keakraban yang mungkin hanya bisa dijumpai di kampung2 …para supir2 taxi membaur bersama para karyawan pasaraya,adhi karya,anak band dan siapa saja yg lewat di tengah malam yg sepi untuk sekedar ngisi perut sambil bercengkrama dan bertukar cerita…

Suatu ketika saya sempat dateng pas pakde baru mau buka…selalu ada keceriaan menyambut datangnya pelanggan..

dewo baru dateng bawa semua masakan ke warung

mas budi sibuk menata makanan ,pakde nongol dikit dibelakang hehe

bginilah kalo lg rame

biar remang remang tapi perut kenyang hehe

Duh..kangen banget ke pakde…….ada yg laper?? …ayoo tak traktir..:-)

Posted by: sibob | March 28, 2009

nafas metal di pasar tradisional..

1_resize

tampak dr jalan palmerah

tampak depan dr deket,kotak yg putih itu isinya lampu, liat foto kalo malem

tampak depan dr deket,kotak yg putih itu isinya lampu, liat foto kalo malem

tampak kalau malem

tampak kalau malem

Ini namanya Pasar Tradisional LBUK, mbuh singkatannya apa letaknya di deket Pasar Palmerah, sederetan sama kantornya Kompas & Jakarta Post… di Jakarta Barat

Sehabis nggowes ke senayan minggu lalu , saya iseng mampir ,njogrokin speda trus keliling deh motret pake hp,so soryy bgt kalu kualitas gambarnya ndak bagus..

Untuk sebuah pasar tradisional ,bentuk bangunannya menurut saya unik,memanfaatkan teknologi terkini untuk mencapai sesuatu yg `vernaculari` kontemporer dan sangat mempertimbangkan sistim penghawaan dan pencahayaan alami dengan sangat baik.

Tiang2 kolom dan balok menggunakan baja WF dalam modular yg efisien,lantai atas disangga metal bondek yg sekaligus sbg plafond ,sedang dinding2 lantai atas mengkombinasikan metal spand dan louvre/kisi2 zincalume seperti yg digunakan pada halte2 busway. Untuk transportasi atas dan bawah tersedia tangga baja, dan ramp yang sangat berguna membawa material berat yg diangkut dengan troley. Sistem elektrikal juga diatur dengan sangat rapi dan efisien lewat kabel tray yg disusun mengikuti grid pembagian kavling lapak pedagang.

bangunan disangga kolom2 WF dengan bukaan dinding berupa louvre zincalume untuk memaksimalkan penghawaan alami

bangunan disangga kolom2 WF dengan bukaan dinding berupa louvre zincalume untuk memaksimalkan penghawaan alami

lantai bawah diperuntukkan bagi pedagang buah

lantai bawah diperuntukkan bagi pedagang buah

terdapat ramp untuk mengangkut barang via troley ke lt atas

terdapat ramp untuk mengangkut barang via troley ke lt atas

Lantai bawah yg menyerupai kolong diperuntukkan bagi pedagang buah dan lantai atasnya untuk pedagang retail. Bangunan ini mengingatkan saya pada Lumbung Suku Sasak di Lombok…mungkin saya salah tapi interprestasi saya mengarah kesana.

Coba lihat bentuk ruang atasnya yg secara bangun dan sosok bangunan ( mohon mas wahyu & mas brintik dikoreksi saya lupa kategorisasi bangun, sosok dan wujud ) mengambil bentukan yang sama2 berasal dari bentuk dasar silinder yang didistorsi sedemikan rupa sehingga membentuk ruang atas yg menjulang mencipta volume yang yg lebih luas dari bentuk aslinya. Bedanya jika pada Lumbung Sasak kedua ujung lengkung bertemu diatas seperti pada lengkung2 bangunan klasik , sedang dipasar ini kedua ujung sengaja tidak bertemu guna mencipta sebuah celah untuk cahaya dan sirkulasi udara . Jika pada Lumbung Sasak ruang dalamnya “bisa bernafas” lewat celah2 atap ijuk ,maka di pasar ini “nafas” bangunan tersalur lewat louvre/kisi2 metal yang mengelilingi sepanjang dinding .Saat saya mencoba naik keatas…wwoowww, breezing semilir hembusan angin sejuk menerpa dari setiap sisi banguan…alangkah sejuknya lantai atas ini dan saat mendongak keatas…… dari celah pertemuan dua lengkung atap yg disokong kuda2 lengkung truss frame, cahaya alami menyeruak masuk menerangi seluruh ruangan ….so perfect….

ruang atas yg dibentuk oleh struktur atap lengkung expose dengan celah bukaan cahaya ditengah

ruang atas yg dibentuk oleh struktur atap lengkung expose dengan celah bukaan cahaya ditengah

dinding tidak dibuat full,supaya bagian atasnya dapat memasukkan cahaya sedang bagian bawah yg menggunakan louvre untuk mengoptimalkan penghawaan silang

dinding tidak dibuat full,supaya bagian atasnya dapat memasukkan cahaya sedang bagian bawah yg menggunakan louvre untuk mengoptimalkan penghawaan silang

cahaya juga dapat masuk dari celah pertemuan dinding dan atap

cahaya juga dapat masuk dari celah pertemuan dinding dan atap

lumbung suku sasak

lumbung suku sasak

coba bandingkan dengan lumbung sasak ..`inspired by` bukan ?:-)

coba bandingkan dengan lumbung sasak ..`inspired by` bukan ?:-)

Di pasar ini saya melihat betapa kearifan arsitektur tradisional , sanggup mengiinspirasi jauh melampai batas batas jamannya …..mengilhami dan “mengajari” manusia masa kini dalam merespon alam….salut!

Btw ada yg tau siapa yg merancangnya ?


Posted by: sibob | March 8, 2009

Muhammad Yunus & Bank Kaum Miskin…(Grameen Bank)

cover-bank-kaum-miskin_resize yunus-3

Maap telat …..mungkin isu ini sudah lama, tapi saya baru merasakan `aura`nya saat ini

Ada yang sudah baca buku ini ?

Buku ini saya recommended banget, bagi siapa saja yang tertarik akan pemberdayaan kaum yg kurang beruntung ,perjuangan kaum papa untuk mencapai kemandirian dan harga diri. Jika anda merasa bahwa dengan ilmu & keahlian yg kalian miliki saat ini belum memberikan sesuatu yang berguna buat orang kebanyakan , utamanya kaum papa, maka ada baiknya membaca buku ini…. Muhammad Yunus telah membuat saya menjadi sangat “kecil”……

Sejak dia memperoleh Nobel di tahun 2006 silam , saya sangat penasaran sekali untuk mengenalnya lebih jauh , baru pada saat liburan akhir tahun kemarin buku tentang dirinya saya beli.

Buku ini terjemahan dar buku aslinya yang berjudul Banker to the Poor : Micro-Lending and the battle against world poverty yang ditulis sendiri oleh Muhammad Yunus bersama Alan Jolis yg kemudian di terjemahkan oleh Irfan Nasution dan ditebitkan oleh Marjin Kiri.

Gaya penulisan buku ini sangat menarik sekali untuk diikuti, itu sebabnya sebagian besar yang saya ceritakan nanti banyak yang saya tulis ulang….sekedar supaya siapa saja yang mampir blog ini tergugah untuk membaca bukunya…;)

Sepulangnya dari AS ke Bangladesh tahun 1972 setelah menamatkan Phdnya atas beasiswa Fulbright Yunus ditawari jabatan mentereng oleh pemerintah sebagai staf pada Komisi Perencanaan Pemerintah , namun karena merasa `gerah` oleh kegiatannya yg menjemukan , beliau pun mengindurkan diri dan kemudian menjadi Dekan di Fakultas ekonomi Universitas Chittagong ,Bangladesh . Kampus ini berada jauh dari pusat kota,berdiri di area perbukitan tandus nan gersang berdekatan dengan sebuah desa miskin bernama Jobra. Setiap pagi dia melihat dari ruang kelasnya barisan anak laki-laki dan perempuan,para pria dewasa dan ternaknya berjalan melintas kampus sambil membawa golok tajam dan kembali sore harinya dengan tumpukan ranting2 . Hatinya tergerak untuk berbuat sesuatu dengan lahan tandus ini ,universitas tidak seharusnya menjadi menara gading tempat akademisi mencapai tingkat pengetahuan setinggi-tingginya tanpa berbagi sedikitpun akan temuan mereka, kampus harus mampu mengubah perbukitan tandus ini menjadi lahan pertanian yang subur, yang sanggup membuka lapangan kerja bagi petani penduduk desa sekaligus dapat menjadi sumber pendapatan sampingan bagi universitas.

Tahun 1974 bencana kelaparan hebat melanda Bangladesh..Yunus menggambarkannya dengan kalimat2 yang sangat menyayat hati ….

” …tetapi kemudian orang orang sekurus kering tengkorak mulai bermuculan di stasiun kereta api dan terminal bis ibukota Dhaka. Dengan cepat kedatangan mereka meluap bak air bah .Orang lapar ada dimana mana. Seringkali mereka duduk begitu diam sampai sulit bagi kita untuk membedakan apakah mereka masih hidup atau sudah mati…..Orang orang lapar itu tidak meneriakkan slogan apapun ,mereka tidak menuntut apapaun dari kami ,penduduk kota yang berkecukupan pangan ini . Mereka hanya terbaring dengan begitu sunyi di pintu-pintu rumah kami dan menunggu mati….”

Tak kuasa dengan penderitaan ini membuat Yunus memelopori gerakan menentang kelaparan dengan membuat Deklarasi Nasional yang disambut oleh reaksi berantai oleh universitas2 lain . Yunus menyerukan untuk meningkatkan produksi pangan dengan terjun langsung pada skala mikro di Desa Jobra dengan mempelajari padi varietas lokal yang rendah dengan varietas unggul dari filipina ,hingga dia menemukan varietas baru dari perkawinan 2 hal tersebut diatas . Bahkan Yunus terjun langsung ke sawah2 mengajari petani cara menanam padi yang benar.

Tidak berhenti sampai disini , Yunus kemudian menggagas sebuah eksperimen dimana semua pihak mulai dari dirinya ,Pemilik Lahan dan Petani tergabung dalam koperasi tani model baru yang dinamakan Najabug ( Era Baru ) Pertanian Tiga Pihak . Pemilik lahan membolehkan lahannya dipakai selama musim kering ,buruh tani akan menyumbangkan tenaganya ,sedangkan andil Yunus adalah biaya untuk bahan bakar untuk menjalankan pompa artesis,bibit tanaman, pupuk,insektisida, dan pengetahuan teknis. Imbalannya masing2 pihak ( Pemilik lahan, Petani dan dirinya ) akan memperoleh 1/3 hasil panen.

Usaha ini di tahun pertama berakhir sukses ,petani bergembira karena tanpa mengeluarkan biaya sepeserpun mereka memperoleh hasil panen yang banyak, justru Yunus yang rugi karena pada kenyataannya banyak petani yg tidak menyetorkan sebanya 1/3 hasil panen seperti yang telah dijanjikan, tapi hal ini tidak menyurutkan semangat sang Profesor berhati mulia ini …

Keberhasilan eksperimen ini ternyata justru menguak sebuah masalah lain yang tak pernah diduduga Yunus sebelumnya ,dan justru dari kejadian ini lah Yunus mulai menemukan siapa sebenarnya kaum yang paling miskin dari orang miskin…

Setelah Padi dipanen diperlukan untuk mengirik gabah dari batangnya , pekerjaan monoton yang membosankan ini diberikan kepada buruh harian dengan upah termurah . Merekalah kaum perempuan melarat yang jika tidak punya pekerjaan mereka akan mengemis. Berjam-jam kaum perempuan miskin ini akan mengirik gabah dengan kakinya dan untuk menjaga badannya tegak lurus ,mereka tumpu kan tangan kurusnya ke dinding dihadapannya . Sepanjang hari ,25 sampai 30 perempuan akan melakukan gerak mengulir terus menerus ,membelitkan batang padi disekitar kakinya untuk mengirik gabah. Pagi pagi sekali mereka berebutan datang ke tempat kerja agar mendapat posisi paling nyaman di dinding . Yunus melukiskan sebagai Hidup yang mengerikan : hanya demi 40 sen , mereka memanfaatkan bobot tubuh dan gerakan kaki tanpa alas yang melelahkan itu selama 10 jam sehari ! Para wanita ini banyak yang janda karena suaminya meninggal, cerai atau suaminya meninggalkannya pergi dengan anak2 yang harus diberinya makan. Mereka bahkan terlalu miskin untuk menjadi buruh tani,mereka tak punya tanah, tak punya aset dan tak punya harapan…mereka inilah yang paling miskin diantara kaum miskin…

Dari pengalaman inilah Yunus kemudian menyadari pentingnya pembedaan antara mereka yang benar2 miskin dengan petani marjinal , karena ternyata di Bangladesh separuh dari jumlah penduduk jauh lebih miskin ketimbang petani marjinal. Sementara program2 pembangunan internasional di wilayah pedesaan selalu terfokus pada petani dan pemilik lahan, karena para birokrat pemerintah dan ilmuwan sosial tidak pernah mengklarifikasi siapa sesungguhnya “si miskin” itu…..

Pada akhirnya Yunus memutuskan untuk memusatkan perhatiannya pada kaum miskin tuna kisma ( kaum yg tidak memiliki tanah garapan dan tidak memiliki kuasa untuk melakukan penggarapan ). Dalam pandangan Yunus dalam dunia dunia yang sedang membangun ,jika seseorang menyatukan kaum miskin dan kaum yang relatif tidak miskin dalam sebuah program ,maka mereka yang relatif tidak miskin akan selalu ‘mengusir’ merkan yang miskin dan mereka yang miskin akan ‘mengusir’ mereka yang lebih miskin lagi,kecuali langkah2 proteksi dilembagakan secara secara tepat saat program dimulai. Dalam sejumlah kasus, kaum yang relatif tidak miskin malah menikmati manfaat seluruh kegiatan yang dikerjakan atas nama kaum miskin

Rasanya demikian juga yg terjadi di negara kita, pemerintah tidak pernah dengan sungguh2 meneliti dan mengklarifikasi siapa yg sebenarnya si miskin itu ,akibatnya bantuan2 yg selama ini di dengung2kan tidak pernah benar2 100% bermanfaat buat yg membutuhkan , yang terjadi malah banyak orang yg memanfaatkannya untuk mengambil keuntungan dari program ini setelah memanipulasi status dirinya menjadi “miskin”….Astaghfirullah…nauuzubillahminzalik…

SUFIYA BEGUM PENGRAJIN BANGKU DI DESA JOBRA

( inilah kisah awal yang mengilhami Yunus dalam membangun Bank Garmeen)

Suatu hari saat berkeliling di desa Jobra beserta koleganya Prof Latifee, mereka berhenti di rumah bobrok berdinding lempung yang hampir roboh serta beratapkan rumbia yang rendah dan bolong2 . Seorang perempuan berjongok di lantai beranda yg kotor ,sambil mencengkeram bangku bambu setengah jadi dengan lututnya. Jari-jarinya bergerak cepat menjalin bilah2 buluh yang keras. Ketika disapa sang wanita ini bergegas masuk ke dalam rumah ,karena di Bangladesh perempuan tidak semestinya berbicara dengan lelaki yang bukan muhrimnya ….Percakapan Yunus dengan Sufia Begum si pengrajin bangku ini lah yang menjadi pemicu ide kredit mikro yang kelak akan ditiru di 100 negara di dunia , Yunus begitu terkejut mendengar bahwa untuk membuat bangku bambu si Sufia harus meminjam uang kepada rentenir sebesar Lima Taka (waktu itu setara US$ 22 sen ) kemudian untuk membayarnya dia diharuskan untuk menjual lagi bangku itu kepada rentenir tadi jauh dibawah harga pasar hanya sebesar Lima Taka Lima Puluh Posya . Jadi keuntungan yg diperoleh Sufia hanya 50 Posya ( 2 sen ) ,bagaimana anak2 Sufiya bisa bersekolah kalo upah yg diperolehnya hanya cukup untuk makannya sendiri,jangankan lagi ditanya bagaimana dia menaungi keluarganya dan menyediakan pakaian yg layak.

Kenyataan ini mengejutkan Yunus ,betapa tidak….di ruang kelasnya dia mengajari teori mengenai jumlah miliaran dolar ,tapi disini dihadapan matanya masalah hidup dan mati hanya ditentukan oleh sejumlah recehan….baru kali ini dia mendengar seseorang menderita hanya karena ketiadaan uang 22 sen!! . Bila didasari keputusan emosional Yunus bisa saja langsung merogoh uangnya sendiri 22 sen untuk diberikan kepada Sufiya sebagai modal, tapi dia bisa menahan diri, baginya jalan keluar ini terlalu gampang dan terlampau sederhana, Sufiya tidak minta sumbangan, dan memberinya 22 sen tidak akan mengatasi masalahnya secara mendasar dan permanen….Gile…ni orang pikirannya jauh kedepan..coba bandingkan dengan BLT kita…

Setelah mendata secara rinci keberadaan orang2 di desa Jobra terdapat 42 orang yg serupa dengan Sufiya dengan total dana yg mereka butuhkan hanya sebesar US$ 27.

Akhirnya untuk sementara Yunus menggunakan uangnya sendiri, dia berharap dengan uang pinjamannya mereka bisa menjual produknya ke siapapun dengan harga pasaran yg wajar sehingga mereka bisa memperoleh keuntungan setinggi mungkin dan tidak terbelenggu oleh praktik riba dan rentenir….

Mereka miskin bukan karena bodoh atau malas…..mereka miskin karena lembaga2 finansial di negeri ini tidak membantu mereka memperluas basis ekonominya,tidak ada struktur finansial formal yang tersedia untuk melayani kebutuhan kredit kaum miskin…

Saya kira saya cukupkan dulu sampai disini , silahkan baca buku yg sangat inspiratif ini , usaha usaha Yunus berikutnya adalah membela `mati-matian` agar Bank membuka aksesnya kepada kaum papa, hingga pada akhirnya dia sanggup mendirikan Bank Garmeen, Bank bagi kaum miskin ,dimana para nasabahnya adalah juga pemilik saham Bank itu sendiri….Konsep ini telah ditiru oleh 250 lembaga di lebih dari 100 negara di dunia, tak terkecuali di Amerika…

Barangkali di abad ke 21 ini seseorang yang bernama Muhammad yg luhur akhlak budi nya menyerupai Baginda Rasullullah salah satunya dialah orangnya si Muhammad Yunus….

ditengah2 phobia Amerika akan nama2 orang yg berbau Timur Tengah, hingga Goenawan Muhammad saja bisa diinterogasi berjam jam di bandara Amerika hanya karena namanya Muhammad…..ditengah2 orang orang di Barat sana menzalimi Rasulullah lewat penggambaran2 yg keji …

Muhammad Yunus tampil membungkam, mencengangkan dan mencerahkan dunia dengan Nobel Perdamaiannya di thn 2006…lewat mimpi mimpinya,lewat harapan harapannya mengangkat harkat dan martabat kaum miskin ke tempat terhormat……

“Beri tepuk tangan untuk kawan kita,teladan perjuangan melawan kemiskinan.”

- Hugo Chaves, Presiden Venezuela

yunus-2yunus-6

Posted by: sibob | February 18, 2009

Bginilah kalo lagi semangat…

img_0383_resizeimg_0394_resize

img_0410_resizeimg_0400_resize

Beginilah suasana kantor kecil kami hari jumat minggu lalu …kami sedang brainstorming Sayembara Rest Area dan Gerbang Tol Kanji hasil kerjasama IAI dan Bakrie Development…dalam suasana yang rileks dan santai…hangat penuh canda tawa namun tetap fokus pada inti persoalan…

Yang sedang presentasi adalah arsitek junior kami, baru lulus tahun lalu namanya Angga kami ajari dia utarakan pendapat dan berargumen…

Hari ini , Rabu 18 02 09 kami bisa submit hasilnya walau semalam sempat kami putuskan untuk mengundurkan diri, mengingat waktu yg benar2 tidak tersedia untuk kami…..tapi Alhamdulillah akhirnya selesai juga dan itu semua berawal dari presentasinya si Angga ini….walau hanya dikerjakan dalam 1 hari hehe..

Ini gara2 Kick Andy minggu kemarin yg menampilkan kembali grup musik cadas legendaris God Bless dalam perbincangan santai dan penuh kehangatan seperti biasanya… saya pribadi selalu kagum dengan orang2 yg begitu setia dan teguh mempertahankan apa yg dia yakini dalam menempuh pilihan2 dalam hidupnya …dan di Kick Andy banyak kita jumpai orang2 seperti ini…..God Bless salah satunya…

Seru aja ngliat para “kakek kakek” yg rata2 usianya sdh diatas 60 tahun (kecuali penabuh drumnya) masih kliatan “sangar” …sangar dalam sikapnya ,sangar dalam ucapannya dan utamanya sangat sangar semangatnya..!! …Kami tidak bisa kerja lain selain bermusik ,itu makanya kami tetap awet & exist …hahaha canda Dony Fattah. .

Lagu menjilat matahari,syair kehidupan,dll dibawakan dengan tempo dan semangat yg tetap tinggi, bahkan lagu semut hitam yg mereka nyanyikan di akhir acarapun terasa lebih menggigit ketimbang dinyanyikan band kakak kelas saya SMA yg manggung di acara perpisahan lebih 18 tahun silam ….begitu bergeloranya alunan melodi cadas dan suara garang yg diperdengarkan oleh para kakek kakek ini…saluut man!!

Dijaman keemasannya pada era 70-80 an God Bless tidak sendirian ,ada band rock lain semisal The Rollies, AKA ,dll. AKA yg dimotori oleh Ucok Harahap yg dulu konon terkenal dengan aksi panggungnya yg heboh,semisal gantung diri & masuk peti mati segala (kaya ape tuch ye??) ternyata bersahabat akrab dengan Ahmad Albar dan karena keduanya sama2 KRIBO mereka sempat membentuk band dengan nama 2 Kribo….

Tiba tiba saya ingat …”weeh gua juga punya tuh cover albumnya!..” eeeh ga taunya saya nemu poto jadul…jaman saya kuliah dulu waktu rambut ane juge rada ikal mirip kribo dan tentunya mettaaaalll abeeess …huahahaha…coba liat deh ga ade bedanye kan ame 2 kribo?? Hwakakakak

duo-kribo

duo-kribo

Jaman Gondrong euuyyyy...

Jaman Gondrong euuyyyy...

Poto ini kl ga salah diambil tahun 1993 waktu saya,Hasim,Set,Santy dan Dian KP di Citrla Land Mall & Hotel di Grogol pada PT Jaya Konstruksi…..mirip ga tuh gua ame Duo Kribo diatas ?? hwekekekekek…….

Sebelah kiri Dian yang kanan Santy….mereka berdua kebetulan bulan lalu baru pulang Ibadah Haji , mereka sama2 sms saya dengan isi yg hampir mirip …”Bob doamu sudah kita panjatkan di Baitullah….pergi Haji Bob selagi muda,karena ibadahnya sangat menuntut fisik yg prima “…..saya jawab keduanya dengan isi yg sama…”Terima Kasih Dian,Santy doaku sudah disampaikan…Insya 4JJI kl sudah ada yg menemani kelak ntah kapan….saya Insya 4JJI juga sangat ingin sekali pergi…”

Yang pasti saya juga terus berdoa, tapi tentunya bukan untuk meminta kembali rambut saya menjadi Kribo seperti dulu kala..hahahahaha……

Dalam rentang usia band yg sangat panjang 35 tahun ,dengan beberapa kali berganti personil ( kecuali the three musketeer Ian Antono,Doni Fattah dan Ahmad Albar) sungguh banyak pengalaman,pelajaran dan inspirasi yg bisa ditarik akan arti sebuah pilihan hidup,keyakinan dan sebuah persaudaraan…

Sedikit banyak saya kok merasa kisah band ini menyerupai warung kecil saya yg kami bangun juga dengan bertiga hampir 10 tahun silam….juga dengan formasi yg silih berganti …. akankah kami bisa sepaham dalam rentang waktu yang lama?? akan sampaikah kami di usia yang sama dengan God Bless…?? atau bahkan lebih ???….aaahhh …Wallahuallam…

Posted by: sibob | January 14, 2009

WALL – e

wall-e

WALL e aja bisa …………………

Posted by: sibob | January 10, 2009

`eneg`..

Banyak hal yang akhir akhir ini membuat saya `eneg` terutama yg berkaitan dengan tayangan tivi… kalo bangsanya sinetron murahan produk para produsen yang menjual tema tak bermutu itu sudah lama bikin `eneg` banyak orang….cuma ntahlah banyak mbak2 ,ibu2 yg 100% menyukainya…seperti mbak yayuk tempat makan saya saben malem selama 8 tahun ini di warung pakde di pinggiran blokm….Mbak Yayuk baru saja beli henpone tipi buatan cina yg lagi marak itu untuk diletakkan di rak makanan warungnya sehingga biarpun dia sedang melayani pembeli dia tetap `stay tune` manteng sinetron cinta fitri kesayangannya….”emang apa bagusnya sih mbak sinetron ntu ? ” suatu kali saya iseng bertanya …..” aah elu aje yg kaga ngarti bob.. ni bagus tau,ceritanye sediih coba dah tonton sekali pasti lu ketagihan daah…, gua aje kalo ketinggalan sekali aje rasenye ade yg kurang “….eee busyet segitunya yaa…

Tapi bukan itu yg akhir2 ini bikin saya `eneg`….. tapi sebuah siaran property dari sebuah pengembang yg terdepan dan terpercayaA**** S***** Group… Pengembang terdepan ini sedikitnya berpromosi di 3 stasiun tv swasta dan kadang kita jumpai dalam jam tayang sama ,jadi begitu kita pindah channel…..eh yg nongol die lagi die lagi..! Acara yg dipandu mbak FR dan ibu ES Corporate Marketingnya pengembang tadi dengan promo2 marketingnya menurut saya kok bisa melukai perasaan orang kebanyakan yg hidup biasa2 saja di negeri ini ya ..….

coba simak beberapa kalimatnya… “ jadi ya mbak F*** hunian k*****g***** square memiliki segala fasilitas yang komplit ,ada club housenya, dekat dengan area komersial dan bebas banjir…hanya dengan harga yang sangat terjangkau 600 juta anda bisa memiliki hunian yg super komplit ini..” atau dalam promo yang lain “ ..jadi dengan uang muka sebesar 20% dan cicilan yang hanya 8 jutaan per bulan kita sudah bisa memeliki hunian yg mewah ini .. cckckckckc…dia bilang 600 jt itu H A N Y A …..dan sangat terjangkau pula , 8jtan perbulan itu kok dia anggap gampang…kok tega teganya ya??…….dan siaran ini terus menerus mampir di tengah2 rumah kita……terus menerus membuat miris kami2 yang hidup biasa2 saja ini……ooohhhh

Maap mbak FS dan Ibu ES ….saya gak benci sama anda , saya juga ga eneg sama anda,anda sudah benar melakukan pekerjaan anda, sayanya aja yg salah nonton……tayangan ini mustinya bukan kelasnya saya ,tapi mbokya sekali2 anda sekalian mikirin kita2 ini , dengan ditayangkan sekaligus di sedikitnya 3 stasiun tipi pada jam2 yg prime apa anda ga mikirin berapa juta orang sih yg mustinya bukan kelas anda yg akan menonton acara ini …….hanya 600 juta ..ahhhh..mbak F***… rasanya sakit sekali hati kami mendengarnya……bensin turun 500 perak aja buat orang kebanyakan sudah sangat berarti …denger kalimat 600 juta yg “hanya” itu kok perut ini `eneg` banget sumpah mbak……

Welcome to a new kind of tension…

All across the idiot nation….

Where everything isn’t meant to be okay.

Television dreams of tomorrow…

We’re not the ones who’re meant to follow…

For that’s enough to argue…..( green day –american idiot )

Ada sebuah proyek di kantor, ternyata belakangan klien saya juga berkolaborasi dengan pengembang terdepan dan terpercaya ini…..area yg kami disain bukan hunian bukan juga komersial…. ini kawasan pelatihan sumber daya manusia ,kami bekerja profesional ,area yg kami disain tetap mengedepankan kawasan yg sustainable environment dan green architecture , itu saja ….saban meeting di kantor pengembang terdepan ini disebuah mall mewah di selatan jakarta itu dalam hati saya kok merasa eneg sama diri saya sendiri ya, saya ndak suka caranya berpromo, tapi secara ga langsung mereka adalah client saya juga …….aarrrrgghhhhh

Ke eneg an saya masih berlanjut …… baru saja saya menandatangani kontrak dengan sebuah developer kecil…developer lokal…saya diminta mendisain komplit mulai dari masterplan hingga rumah, komersial area ,club house dll. Saya senang sekali selain karena saya belum pernah mendisain selengkap ini (biasanya dari developer besar,kantor kami hanya kedapatan mendisain beberapa bagian saja entah itu komersial saja,rumah saja dst) juga karena ini developer kecil ,senang saja bisa “membantu” …itu makanya ketika fee saya ditawar dalam hitungan yg saya tidak mengambil untung yg banyak saya iyakan saja…

Ternyata saya salah duga….

Kantor mereka menempati gedung baru berlantai 3,tidak terlalu mewah, ada 3 company lain yg menyewa di gedung itu , dari nama2 nya ke 3 company itu bergerak dalam bisnis penambangan & perminyakan…sekali lagi…..belakangan terungkap bahwa ternyata gedung baru itu milik mereka sendiri dan company2 minyak itu adalah holdingnya mereka….developer ini hanya bisnis sampingan……..amboiiiiiii

Itu sebabnya ketika dalam tahap pertama pada lahan kecil seluas 2,3 ha ,saya atur sedemikian rupa sehingga kami bisa mendapatkan ± 60 rumah dengan beragam tipe dari yg kecil hingga sedang….ternyata mereka ga setuju, mereka maunya `high class`….” kami mau tipe paling kecil tanahnya paling tidak 400 m2 dan harga jualnya paling murah 2M ini perumahan premium…”….wuiiiiiii kontan langsung `eneg` lagi nih perut ane…..dengan lahan segitu paling cuma dapet 15 biji rumah , di jaman kaya gini orang yg punya duit lebih diberi kesempatan untuk menguasai lahan sebesar besarnya sementara masih banyak orang hidup berhimpit2 an dalam keterbatasan,orang dipaksa untuk tinggal dalam rusun guna mengurangi kelangkaan tanah…. developer dimana2 sama saja….nyari untung segede gedenya…….

Eneg saya ngliatnya…..eneg saya sama diri sendiri krn dapet duit juga dari mereka……eneg karena ke naif an saya……ahh….

sudah sebulan ini sejak pertemuan terakhir proyek ini saya biarkan saja, mereka jg tidak menagih…. mgkn mrk membaca kekecewaan saya pada pertemuan pertama…..tapi saya profesional, kontrak sdh terlanjur ditandatangani, akan saya selesaikan …saya janji……walau prosesnya pasti akan terasa beraaattt skali buat saya…..

Untuk menyelesaikannya saya coba berpikir `outside the box` …ga ada gunanya saya terus menerus `eneg` , setelah sekian lama dicekoki dengan 3D komputer saya mencoba menghidupkan lagi metoda menggambar sketsa 3D di sketch paper yg cukup tebal dengan pinsil, memberinya tinta, mewarnainya dengan pensil watercolour dan menguaskannya kembali dengan kuas dan air lalu saya scan…trus diedit2 di photoshop…pokoknya proyek ini saya jadikan ajang untuk menghidupkan kembali old style drawing ini , …..walau berjalan lambat tapi lambat laun saya sudah mencapai kemajuan saya menikmati proses ini …walau belum final…tapi yg pasti akan saya selesaikan…..ntah sampai kapan tunggu saja……semoga ke `eneg`an saya berakhir……..

Ohya masih ada satu hal lg soal tayangan tipi…tp yg ini ga bikin eneg..ini bikin sedih dan hati ini merintih….ini soal jalur gaza…..mari berikan dukungan material kepada lembaga2 yg akan mengirim bantuan pangan dan medis ke palestina…..mari doakan mereka selalu sehabis kita sholat……Semoga 4JJI memberi mereka kekuatan….Allahu Akbar….


Posted by: sibob | January 4, 2009

Ibuku dan si ongki…

Ini kisah 2 orang dekat gue yang secara kebetulan punya hari lahir yang sama

1 Januari…. hari yang disenangi orang diseluruh dunia karena menjadi hari pertama sebuah tahun yang baru dalam hitungan masehi…..dan hari libur tentunya…..

Ibuku selalu bangga dengan tanggal kelahirannya ini….suatu kali… dulu sekali…. dia pernah berujar……. ” Eh tau ga ulangtahun Mamah tuh selalu jatuh pas tanggal merah “ …yaaa iyaaaalaaaahhh Maah……. secara toun baru gitu looooh..

Ongki adalah sahabat gue , satu angkatan di ITS nama aslinya Putu Mahendra, sekarang tinggal di Bali bersama istri dan 2 anaknya yg lucu , sekarang bung ongki ini sudah menjadi superstar architect ,MD dr sebuah biro design yg termasuk dalam 100 biro designer top dunia , silahkan liat situsnya di www.putumahendra.com dan www.bensley.com . Sedang Ibu saya seorang wanita sederhana , lahir di Solo 68 tahun silam ,pendidikan terakhirnya adalah Sekolah Guru Taman Kanak-Kanak, itu sebabnya sampai saat ini beliau selalu senang sekali dengan anak anak, apalagi dengan cucu cucunya waaahh…sayangnya minta ampun…

Ini iseng saja gue nulis karena tanggal 1 Januari baru saja lewat, dan akhir2 ini ada kejadian2 lucu yg gue amati dari 2 orang bertanggal lahir sama ini…unik & aneh.. kadang2 mereka berperilaku sama kadang2 justru bertolak belakang…kok bisa ya? Kan mereka sama sama capricorn ?

Pendiam, Rajin dan Ambisius, Materialis, Gengsi Tinggi, Suka Memerintah, Suka memperalat Orang Lain….

Begitu kata ramalan tentang Capricorn di situs2 internet, kalo dari deskripsi singkat ini saya sedikit setuju, Ongki memang Pendiam , tapi tidak dengan Ibu saya….walaaah kalo ibuku sih “on air” mulu ibarat siaran Radio RRI yang sekali diudara tetap diudara….rame deh…mungkin karena beliau lah satu2nya wanita di rumah (saya 3 bersaudara laki2 semua) maka baginya suaranya musti didengar,diperhatikan dan ditaati sampai hari ini … peace mom..:)

Gue tidak begitu suka dengan kalimat diatas Suka memperalat Orang Lain….kok kesannya negatif ya, dalam amatan saya lebih tepatnya mereka suka mempengaruhi dan mengorganisasi orang dalam konotasi yg positif.

Ongki misalnya ….dia lah yang mengajak saya dan “mengompori” teman2 kami satu angkatan untuk menuangkan tulisan buat kampus sebagai sumbangsih dan rasa terima kasih kami kepada almamater. Dia lontarkan ide, dia publikasikan, dia rencanakan sampul buku,ongkos cetak dll ….. Rekan2 seangkatan kami dari yang tadinya tak bersemangat dan menganggap ini ide aneh, berbalik menjadi antusias…..dan buku itupun akhirnya terbit juga di tahun 2002 kemarin dalam acara yg begitu hangat di kampus kami tercinta ………

Ndak beda jauh dengan Ibuku, kalo ada hajatan besar saudara,maka dia lah seksi super sibuk ,padahal mungkin bukan beliau yg in charge n bukan beliau yg mestinya sibuk..…tapi apa mau dikata mengatur dan mengorganisasi orang sudah menjadi hobbynya …jauh hari sebelum hari H dia sudah merencanakan…… si anu atur itu, si anu dengan si anu ngurusin itu,via telfon dia sudah memplaning para saudara soal keberangkatan,soal tata acara , dll … bahkan untuk baju saya saja sudah dia tanyakan…” Nanti di acaranya kawinan si anu kamu mo pake batik yang mana ?” …” Haa plis deh Mah…acaranya kan masih 2 minggu lagiiiiii…” aah si mommy…:-)

Tanggal 30 Desember kemarin si Ongki mendadak ke Jakarta ..” Bob bisa temenin ane ke toko sepeda terbesar di asia tenggara, adenye di BSD ?” …oo beres boos…singkat kata ternyata dia punya rencana yg sama dengan gue …“Bike to Work” malahan dia sudah praktekan, sementara gue belum Cuma “omdo –omong doang…sepeda udeh dibeli sebelum puasa kemarin, tapi baru dipake sabtu-minggu doang belum bike to work…masih itung-itungan inilah itu lah, jaraknya jauhlah 13 km bo` rumah ke kantor,polusilah,belum beli lampu blakanglah…aaahhhh omdo BOB! … yaaa…maklumlah kalu di Bali pasti naek sepeda terasa lebih nikmat….island of paradise man… (lihat Beny & Mice kompas hr minggu ini 04-01-09 , di bali nongkrong di café ga pake baju cm celana pendek aje nikmat…eee mereka niru2 ga pake baju nongkrong di café mall…karuan diusir satpam…hwakakakakak..)

Uuups..kepanjangan nih critanya……lantas apa lucunya dg kisah ibuku..?

Gini lho……beberapa hari sebelum sibos (sebutan ongki akhir2 ini) ke jakarta dia sms gua…….. “ Bob kalu rambut ane dicat putih keren ga? “ ..aye bales..” kalo cat putihnya jarang jarang sehingga menyerupai uban ,itu keren bos”….” Wah sip lah” begitu dia menjawab seakan puas mendapat persetujuan dari ane….Naah dihari yang sama ……pagi2 ibuku udah sibuk nyisir2 rambutnya yg ikal dan sedikit beruban itu……sambil terus menyisir dia berujar sendiri “ ah ntar siang mo ngecet rambut ah biar jadi item” tanpa peduli ada yg denger ato ndak ..apalagi menyetujuinya ato tidak..(lagian siapa yg berani ga setuju? Bisa2 tuh siaran RRI bakal lebih panjang dari biasanye…huahaha ) kalo saya sendiri sih lebih suka melihat rambut beliau secara alami…tapi ya sudahlah kalo ibu senang saya juga senang…

Pagi jam 8.30 tgl 30 sibos dah nongol di kantorku…dengan rambut yg sudah dicat tentunya….tapi kok rada aneh pikir gue….” Bos kok catnya ga putih sih, itu mah pirang boos” ….dengan logat balinya bos njawab ..”Ituuu daaah…taddinya putteh lho…nddak tau kok bisa jadi pirang gini “…..” waaah ndak apalah bos…masih keren kok kaya Brad Pitt !” …huahahaha…kami tertawa…..Brad Pitt memang aktor pujaannya dan nampak senyum kebanggaan muncul dari wajahnya ….mungkin kali ini dia merasa benar2 sudah mirip Brad Pitt hwakakkakakak…. Soorrryy bos ..kidding…

Hari itu sesampai dirumah di hari terakhir ngantor 2008 itu kulihat ibuku nampak lebih muda lagi dengan rambut yg hitam pekat…walau usianya yg 68 thn itu tidak bisa membohongi rautan kerut yg menghiasi wajahnya…tapi yg jelas ibuku nampak lebih segar dan lebih cantik ,….masih cantik secantik ketika dulu mataku mulai bisa mengenalnya sebagai ibu… …dalam hati gue tersenyum sendiri…2 orang dg tanggal lahir yg sama…dengan bintang yang sama…yg satu pingin dicat supaya tampak “tua” ..yang satu pingin tampak “muda”…lucu aja…yg satu pendiam yg satu seneng ngobrol……….

Dalam kembar identik sekalipun, yg dibuahi dari satu telur yang sama, tetap saja ada perbedaan… tidak ada yang sama persis … begitu kata Kak Seto mengomentari kembarannya dalam sebuah liputan TV . Kuping,kaki,tangan kita sekalipun tidak sama persis 100% antara kiri dan kanan….. Subhanallah semua sudah ada kadar hitungannya yg didisain oleh Yang Maha Agung..

“ Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran…”

QS Al-Qamar : 49.

Dunia ini lebih indah,lebih berwarna dan lebih bermakna dengan adanya perbedaan….yang satu melengkapi yang lain….yang satu membahagiakan yang lain….

Happy Birthday Mom….

Happy Birthday ki……….

Posted by: sibob | January 1, 2009

pameran alvar aalto

Ditulis di Milis Arsitektur ITS 11 Februari 2006

Rekan2..

Minggu lalu saya menyempatkan diri melihat pameran arsitek Alvar Aalto , yang diadakan oleh kedutaan besar Finlandia & Yayasan Alvar Aalto yg berlangsung di Museum Nasional Jakarta dr tgl 13 Januari hingga 6 Februari….

Pengenalan saya akan Aalto semasa di bangku kuliah dulu amatlah sangat minim , sampai2 ketika pameran ini pertama kalinya dipublikasikan saya meraba-raba kira2 karya Aalto yg mana ya yg saya ingat …..malah saya sempat keliru dgn karyanya Ero Sarinen haha

Format pameran yg ditata sedemikian rupa dimulai dari riwayat singkat berikut ulasan yg menceritakan sikapnya dalam berarsitektur , maket , foto2 detail, hingga box2 instalasi ruang dalam yang diciptakan oleh Aalto ,membuat siapa saja yg hadir, entah dia arsitek / bukan pastilah akan sanggup mengapresiasikan dan menyelami karya2nya.

Alam Finlandia yg indah , kaya dengan hutan pinus, danau , pegunungan2 yang diselimuti salju sepanjang tahun mengilhami Aalto dalam setiap karya2 nya yang tidak hanya dalam seni bangunan saja tapi juga dalam beberapa disain furniture, Aalto sanggup mensinergikan ”energi” alam Finland ini kedalam setiap rancangannya, ruang2 yang diciptakannya sangat kaya akan relasi yang hangat antara manusia,alam dan bangunan, bak sebuah metafora alam yg amat harmonis .

Berikut beberapa oleh2 foto dari saya , salah satunya adalah Vila Mairea begitu mempesona saya …sama indahnya dengan wanita Finland yg secara kebetulan sama2 menatap foto vila ini ketika pameran berlangsung……ah cantiknya……

( buat rekan wahyu….maap wanita ini tidak ikut terfoto kayaknya ”rugi banget ” kalo berbagi wajahnya dg dikau hehehe )

Nb :

Barangkali Bapak2 & Ibu2 dosen di kampus punya pengalaman dg karya Alto ? mungkin malah ada yg sempat mengunjungi Finland?

villa care - perancis ,villa mewah pertama yg didisain alto milik kolektor dan penjual barang antik

villa care - perancis ,villa mewah pertama yg didisain alto milik kolektor dan penjual barang antik


experimental house yg didisain alto bersama istrinya aino thn 1954 di sebuah pulau di finland

experimental house yg didisain alto bersama istrinya aino thn 1954 di sebuah pulau di finland

villa maiera didisain thn 1938, di bukit hutan pinus -pandangan yg pertama tampak melalui celah2 pepohonan memberikan kesan gedung modern bercorak cerah, namun dari jarak dekat,rincian gedung dan referensi metaforisnya mulai membari makna...

villa maiera didisain thn 1938, di bukit hutan pinus -pandangan yg pertama tampak melalui celah2 pepohonan memberikan kesan gedung modern bercorak cerah, namun dari jarak dekat,rincian gedung dan referensi metaforisnya mulai membari makna...

berikut ini beberapa furniture yg didisain alto, deburan ombak dari danau2 di finland sering memberi inspirasi kedalam karya2nya, coba lihat vas kaca yg lengkung itu vas ini sdh sangat familiar, saya baru tahu kalo alto yg mendisainnya

berikut ini beberapa furniture yg didisain alto, deburan ombak dari danau2 di finland sering memberi inspirasi kedalam karya2nya, coba lihat vas kaca yg lengkung itu vas ini sdh sangat familiar, saya baru tahu kalo alto yg mendisainnya

Older Posts »

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.